Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi Aceh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2020

Masjid Agung Kota Meulaboh

Masjid Agung Kota Meulabouh


Masjid Agung Kota Meulaboh


Masjid yang terletak di pusat kota ini, tepatnya berada di Jalan Imam Bonjol, Meulaboh. Bangunan tersebut adalah salah satu obyek wisata religi Aceh yang populer.

Terkenal dengan keindahan arsitektur dan kubah menjulang berwarna terang. Jadi sayang untuk dilewatkan begitu saja jika anda sedang  berkunjung ke aceh namun tidak mengunjungi masjid agung kota meulaboh ini yang memiliki keindahan dan keunikan bangunan yang akan membuat anda terpanah akan keindahan masjid agung kota meulaboh ini.


Masjid Tuha Indrapuri

Masjid Tuha Indrapuri


Masjid Tuha Indrapuri
Masjid Tuha Indrapuri


Masjid ini dahulunya merupakan candi yang didirikan oleh orang Hindu di Aceh, kemudian dihancurkan setelah masuk dan berkembangnya agama Islam. Di atas reruntuhan candi tersebut, selanjutnya dibangun masjid yang diberi nama Masjid Indrapuri oleh Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1607-1636.

Indrapuri adalah kerajaan yang pernah didirikan oleh orang-orang Hindu di Aceh. Masjid dengan atap tiga lapis ini menjadi bukti sejarah yang utuh bagi masyarakat Aceh, khususnya warga Aceh Besar. Masjid Indrapuri terletak di Desa Pasar Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Lokasi masjid tidak jauh dari jalan raya Banda Aceh-Medan, kurang lebih sekitar 100 meter memasuki persimpangan pasar Indrapuri.

Seluruh bangunan berkontruksi kayu dengan beberapa ukiran tradisional bernuansa Arab. Masjid beratap tumpang ini dibangun di atas tembok undakan empat lapis yang terbuat dari batu kapur bercampur tanah liat.

Untuk masuk ke dalam masjid, para jemaah atau pengunjung harus melewati pintu utama, tepatnya di sebelah timur masjid. Di depan pintu masuk terdapat kulah atau kolam tempat penampungan air yang digunakan masyarakat sekitar untuk berwudu.

Masjid Teungku Di Anjong

Masjid Teungku Di Anjong



Masjid Teungku Di Anjong
Masjid Teungku Di Anjong


Masjid ini didirikan oleh Sayyid Abu Bakar bin Husin Bafaqih pada abad ke-18 sekitar tahun 1769 M. Ia seorang ulama dari Arab yang mengembara untuk mendakwahkan ajaran Islam, sehingga dia dianggap sebagai orang keramat dan mendapatkan gelar Teungku di Anjong.

Masjid Teungku Di Anjong terletak di Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja atau di lembang Krueng (sungai) Aceh. Di perkarangan masjid dahulunya ada pondok pesantren untuk menimba ilmu pengetahuan Islam.

Masjid Teungku di Anjong yang berada sekitar 2,5 meter dari bibir pantai ini lenyap disapu gelombang tsunami pada 25 Desember 2004 lalu . Sehingga menghancurkan bangunan dan juga peninggalan ulama yang tersimpan di dalam masjid seperti kitab-kitab.

Namun setelah tsunami menyapu bersih, Masjid Teungku Di Anjong dibangun kembali oleh warga tanpa mengubah bentuk aslinya. Di sekitaran pekarangan masjid  juga dibangun monumen untuk mengenang para warga Gampong Pelanggahan yang terkena korban tsunami 10 tahun silam.

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue

 Masjid Baiturrahim Ulee Lheue


Masjid Baiturrahim Ulee Lheue
Masjid Baiturrahim Ulee Lheue


Masjid ini juga merupakan salah satu masjid bersejarah peninggalan Sultan Aceh pada abad ke-17. Pada saat itu, Masjid Baiturrahim bernama Masjid Jami’ Ulee Lheu. Namun pada tahun 1873 ketika Masjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda, semua jemaah masjid terpaksa melakukan salat Jumat di Ulee Lheue.

Dan sejak saat itulah masjid ini berubah nama menjadi Masjid Baiturrahim. Dahulu bangunan masjid ini terbuat dari kayu hingga pada tahun 1922 pemerintah Hindia Belanda membangun Mesjid Baiturrahim dengan material permanen berarsitektur Eropa dan berkaligrafi ejaan Arab Jawi namun masjid ini tidak berkubah layaknya mesjid lainnya.

Masjid Baiturrahim terletak di sudut kota Banda Aceh, Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa. Masjid ini juga menjadi catatan sejarah dalam tsunami Aceh 24 November 2004 silam, di mana masjid yang terletak di bibir pantai laut Ule Lheue tersebut selamat dari amukan gelombang tsunami. Hingga kini, Masjid Baiturrahim menjadi masjid kedua yang paling banyak dikunjungi wisatawan setelah masjid Raya Baiturrahman.

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

 Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh



Masjid Raya Baiturrahman - Uloom Indonesia
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh


Masjid terbesar di Aceh ini menjadi ikon Provinsi Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Kesultanan Iskandar Muda pada tahun 1022/1612 M. Bangunan tempat ibadan ini mempunyai sejarah panjang pada masa penjajahan Belanda.

Dahulunya Masjid Baiturrahman merupakan salah satu pusat pembelajaran tentang ajaran Islam. Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi sejarah bagi masyarakat Aceh sejak peristiwa tsunami 11 tahun silam. Masjid ini selamat dari guncangan gempa dan gelombag tsunami, ribuan masyarakat kota Banda Aceh yang berlari ke dalam masjid ikut selamat.

Masjid Raya Baiturrahman menjadi objek wisata religi yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan. Masjid ini menjadi pilihan utama setiap pengunjung setiba di kota Banda Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman juga termasuk salah satu Masjid terindah di Indonesia yang memiliki arsitektur memukau dengan ukiran menarik dan halaman yang luas dengan kolam pancuran air bergaya Kesultanan Turki Utsmani, ditambah dengan 12 unit payung elektrik yang menyerupai Masjid Nabawi di Mekah. Masjid ini terletak di pusat kota Banda Aceh dan diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Mei 2017 lalu.

Penting nya jurusan vokasi dalam dunia kerja

Tahun depan, salah satu fokus pemerintah meningkatkan kualitas SDM. Guna menjalankan program itu, pemerintah berencana menerbitkan sejumlah ...